Welcome: Keyboard Vortex Mono V2
28 Sep 2026 · 3 min read
Selain AI..
Ada satu hal yang membuat saya malas menulis lagi:
Keyboard saya rusak! Deemm!
Kondisinya plenger, saya tekan tombol Shift.. yang keluar tanda tanya.
Saya tahan spasi, malah jadi klik kanan.
Saya tekan ASDW, malah kursornya berpindah.
Apakah ini dalam mode gaming?
Sempat mengira, salah konfigurasi layout di Linux (Fedora KDE) yang saya pakai.
Tapi, setelah coba di laptop dengan OS yang berbeda, hasilnya sama saja.
Fix: Keyboard ini saya putuskan sudah rusak!
Ya, memang sih umurnya sudah tua. Saya belinya di tahun 2020.
Tapi, kayaknya masih bisa diperbaiki.
Ah, tapi saya malas dan ga punya banyak waktu buat bongkar-bongkar.
Akhirnya memutuskan untuk:
Beli Vortexseries Mono V2
Sebenarnya udah lama pengen coba keyboard baru, dengan switch dan profile berbeda. Tapi nunggu keyboard lama rusak dulu, baru ganti. Hehe.

Vortex Mono V2, saya pilih karena ini yang paling sesuai dengan budget dan keinginan.
Saya ingin coba switch otemu, key cap profile cherry, bahan PBT, dan yang paling penting.. harganya murah dan terjangkau.
Melihat spek itu, ya setidaknya mesti keluarkan budget satu jutaan ke atas.. baru dapat yang sesui.
Tapi untungnya nemu si Vortex Mono V2 ini.
Gile..
Merek keyboard yang udah lama pengen saya coba.
Dulu harganya di atas 500rb ke atas. Sekarang bisa dapat di harga 300-an.
Orang-orang menyebutnya ini keyboard perusak harga pasar.
Keyboard KING di kelas budget.
Terimakasih Vortex, sudah membuat keyboard seri ini.
O ya, saya belinya yang layout TKL (Ten Key Less) atau 87%.
Yang Saya suka di Vortex Mono V2
Ya, Pertama dari build quality.
- Switch: udah bagus banget pake Otemu
- Keycap: baguss dah pokonya, pake bahan PBT bukan ABS yang gampang mengkilat itu
- Profile Keycap: pake profile Cherry, woenak banget ngetik di profile ini.
- Konektor: pake kabel, USB type C.. bisa dilepas kabelnya.
- Backlight: Cuma warna putih aja, tidak RGB. Tapi ada pelangi 😔
Kedua:
Tentunya feel mengetiknya. Rasanya seperti pakai keyboard mahal. Seperti mengetik di Keyboard harga sejuta ke atas.
Gile memang.
Tombol-tombol terasa solid. Suara ASMR renyah.
Saya menjadi senang mengetik pakai keyboard ini.
Oya, tulisan ini juga saya ketik dengan keyboard ini.
Yang Saya kurang Suka dari Vortex Mono V2
Ada lampu hiasan RGB yang membuatnya terlihat seperti odong-odong.
Entah mengapa, keyboard dengan lampu RGB itu terlihat seperti keyboard murahan bagi saya. Ya, mungkin karena asosianya odong-odong sih, wkwkw.
Tapi, lampu ini sebenarnya ga masalah sih. Terlihat cukup bagus. Karena tidak lebay juga transisi warna RGB-nya.
Lebih terlihat seperti rainbow..
Hah, Rainboww??
Damnnnn seperti bendera RGB-T donk!!
Ya, karana itu.. saya kurang suka dengan hiasan rainbow ini.
Tolong, yang tau cara matiinnya.. kasi tau saya di kolom komentar.
Overall..
Rating saya untuk keyboard ini adalah 9/10..
Coba aja gak ada lampu pelangi sialan ini, pasti saya kasi 10/10.
Dah lah!
Mungkin nanti saya akan beli lagi yang layout 65, yang ga ada lampu pelanginya.